



















Setiap orang pasti pernah berada pada titik kehidupan yang penuh dengan kegelisahan dan ketidakpastian. Namun, Islam mengajarkan bahwa seorang mukmin tidak boleh membiarkan dirinya larut dalam kekhawatiran. Lalu, bagaimana seharusnya kita menyikapi kondisi sulit yang kita hadapi? Marilah kita renungkan bersama melalui khutbah Jumat kali ini. Setiap orang pasti pernah berada pada titik kehidupan yang […]


Islam mengajarkan umatnya untuk hidup mandiri melalui ikhtiar, kerja keras, dan tawakal kepada Allah. Khutbah Jumat ini mengulas pentingnya mencari rezeki yang halal dengan meneladani para nabi.


Khutbah Jumat tentang pentingnya selektif memilih idola dan guru berdasarkan ilmu, akhlak, dan istiqamah di era media sosial.


Iduladha bukan sekadar tentang menyembelih hewan kurban, tetapi juga tentang menyembelih ego, gengsi, dan keinginan dipuji manusia. Melalui refleksi Surah Al-Kautsar, khutbah ini mengajak umat Islam memahami makna kurban yang benar-benar lillahi ta’ala.


Di tengah himpitan ekonomi dan berbagai realitas sosial yang terasa semakin berat, umat Islam tidak boleh kehilangan keberanian untuk menyuarakan kebenaran. Khutbah Jumat ini mengajak kaum muslimin agar tetap teguh menolak kezaliman, serta menjaga iman meskipun berada dalam kondisi yang sulit.


Penyelesaian permasalahan 'bullying' di pondok pesantren memerlukan upaya bersama dari semua pihak terkait, termasuk pengelola pondok pesantren, pengajar, dan para santri sendiri.


Bagi Watt Nabi Muhammad lebih dari seorang nabi, Muhammad adalah seorang negarawan yang memiliki visi kedepan dalam memimpin umat.


Orang yang memiliki kekuatan syahwat yang berlebihan akan mudah terlena dengan keadaan. Ia hanya akan dibutakan oleh keinginan sederhana, yang membuatnya tidak berusaha menjadi lebih baik.


Mempertentangkan antara filsafat, sains, dan agama adalah hal yang membuang waktu-waktu saja. Ketiganya sama-sama memiliki fungsi untuk menunjang kehidupan yang lebih baik.


Ibn Mas'ud pernah berkata, “Sesungguhnya dalam surah al-Nisa’ terdapat lima ayat yang membahagiakan bagiku daripada dunia dan seisinya.”


Menurut Masuru Emoto, yang telah melakukan penelitian terhadap air, air dapat “mendengar” kata-kata, “membaca” tulisan, dan “mengerti” pesan yang kita ucapkan.


Tingkat tinggi rendahnya angka bunuh diri itu amat terkait dengan tinggi rendahnya integrasi sosial serta kuat tidaknya regulasi sosial.


Kekuatan bertanya, seperti yang dicontohkan metode Sokrates, bersifat transformatif dan mencerahkan.


Al-Qur’an memperingatkan pada para pengolok, bahwa bisa jadi orang yang direndahkan itu memiliki derajat yang lebih baik, lebih dicintai dan lebih agung di sisi Allah.


Kehadiran media hari ini tidak hanya digunakan untuk menjalin komunikasi, tetapi juga dijadikan sebagai sarana dakwah.

