















Setiap orang pasti pernah berada pada titik kehidupan yang penuh dengan kegelisahan dan ketidakpastian. Namun, Islam mengajarkan bahwa seorang mukmin tidak boleh membiarkan dirinya larut dalam kekhawatiran. Lalu, bagaimana seharusnya kita menyikapi kondisi sulit yang kita hadapi? Marilah kita renungkan bersama melalui khutbah Jumat kali ini. Setiap orang pasti pernah berada pada titik kehidupan yang […]


Islam mengajarkan umatnya untuk hidup mandiri melalui ikhtiar, kerja keras, dan tawakal kepada Allah. Khutbah Jumat ini mengulas pentingnya mencari rezeki yang halal dengan meneladani para nabi.


Khutbah Jumat tentang pentingnya selektif memilih idola dan guru berdasarkan ilmu, akhlak, dan istiqamah di era media sosial.


Iduladha bukan sekadar tentang menyembelih hewan kurban, tetapi juga tentang menyembelih ego, gengsi, dan keinginan dipuji manusia. Melalui refleksi Surah Al-Kautsar, khutbah ini mengajak umat Islam memahami makna kurban yang benar-benar lillahi ta’ala.


Di tengah himpitan ekonomi dan berbagai realitas sosial yang terasa semakin berat, umat Islam tidak boleh kehilangan keberanian untuk menyuarakan kebenaran. Khutbah Jumat ini mengajak kaum muslimin agar tetap teguh menolak kezaliman, serta menjaga iman meskipun berada dalam kondisi yang sulit.


Saatnya menutup keran radikalisme untuk menyongsong kehidupan yang tentram dan damai.


Kesabaran mendorong kita untuk lebih jeli, melakukan verifikasi, tidak tersulut mentalitas massa daring, dan meningkatkan kualitas interaksi bermedsos kita.


Siti Aisyah merupakan sosok yang penting dan inspiratif dalam sejarah Islam


Saat menjadi ketua umum PBNU, Gus Dur banyak membersamai kajian-kajian Lakpesdam NU tentang perempuan dalam perspektif agama-agama


Mencari ilmu itu sebuah kewajiban, namun tidak diwajibkan mencari seluruh ilmu, maka kita harus fokus dan mengutamakan ilmu apa yang menjadi priotitas kita sendiri.


Metode sorogan ini sangat efektif dalam mengajari serta membimbing santri untuk belajar membaca kitab kuning di pesantren karena dalam proses pembelajarannya terjadi interaksi secara langsung antara kyai/ustadz dan santri.


Buku Ikhtisar Sejarah Nahdlatul Ulama 1344 H/1926 M membuka jendela ke dalam perjalanan panjang NU, menggambarkan bagaimana organisasi ini telah membentuk identitas sosial, politik, dan keislaman Indonesia.


Pasal-pasal dalam Piagam Madinah mencerminkan sebuah ekspresi kesadaran atas pengakuan keragaman keyakinan, pemikiran, kebangsaan, dan identitas etnis dalam Islam


Membaca buku ini, kita diingatkan bahwa para ulama, terutama Kiai Hasyim Asy’ari, juga dapat menjadi agen perubahan yang memainkan peran penting dalam menciptakan perubahan positif dalam masyarakat.


Sungguh waktu muda bukanlah waktu yang murah, tapi sangat mahal luar biasa. Selagi masih muda, banyak kesempatan yang bisa kita maksimalkan

