





















Setiap orang pasti pernah berada pada titik kehidupan yang penuh dengan kegelisahan dan ketidakpastian. Namun, Islam mengajarkan bahwa seorang mukmin tidak boleh membiarkan dirinya larut dalam kekhawatiran. Lalu, bagaimana seharusnya kita menyikapi kondisi sulit yang kita hadapi? Marilah kita renungkan bersama melalui khutbah Jumat kali ini. Setiap orang pasti pernah berada pada titik kehidupan yang […]


Islam mengajarkan umatnya untuk hidup mandiri melalui ikhtiar, kerja keras, dan tawakal kepada Allah. Khutbah Jumat ini mengulas pentingnya mencari rezeki yang halal dengan meneladani para nabi.


Khutbah Jumat tentang pentingnya selektif memilih idola dan guru berdasarkan ilmu, akhlak, dan istiqamah di era media sosial.


Iduladha bukan sekadar tentang menyembelih hewan kurban, tetapi juga tentang menyembelih ego, gengsi, dan keinginan dipuji manusia. Melalui refleksi Surah Al-Kautsar, khutbah ini mengajak umat Islam memahami makna kurban yang benar-benar lillahi ta’ala.


Di tengah himpitan ekonomi dan berbagai realitas sosial yang terasa semakin berat, umat Islam tidak boleh kehilangan keberanian untuk menyuarakan kebenaran. Khutbah Jumat ini mengajak kaum muslimin agar tetap teguh menolak kezaliman, serta menjaga iman meskipun berada dalam kondisi yang sulit.


Permusuhan atau perseteruan tidak patut kita lestarikan, kita harus bisa berdamai dengan masa lalu yang tidak mengenakkan.


Rufaidah al-Aslamiyah sebagai seorang pelopor perawat dan pendiri pusat kesehatan Islam pertama.


Tradisi kuliner tajin mera-pote diadakan pada bulan Safar penanggalan hijriah yang memiliki makna nasionalisme, religiusitas, dan sosial.


Agamawan adalah seorang yang berani melawan egonya dan berani melepaskan kepentingan pribadinya demi memperjuangkan kepentingan umatnya.


perkawinan anak tidak hanya menghentikan akses pendidikan bagi anak-anak, tetapi juga menjerumuskan mereka ke dalam kemiskinan dan meningkatkan risiko kekerasan dalam rumah tangga.


Penguatan capacity building tidak hanya bicara soal bulliying tapi juga soal penguatan mental.


Urusan anak bukan hanya urusan seorang istri saja, tetapi kita—kaum ayah—sebagai kepala keluarga memiliki peran yang signifikan terkait anak.


Jika dikatakan pesantren adalah ladangnya patriarki, maka tidak sepenuhnya bisa disetujui, karena pemahaman patriarki muncul ketika guru yang menjelaskan terlalu literal dalam memahami teks-teks keagamaan.


Kemiripan dalam gagasan al-Jili dengan Ibn Arabi membuat al-Jili dianggap sebagai pelanjut ajaran tasawuf Ibn Arabi, terutama tentang konsep nur Muhammad.


Saat menjalankan kepemimpinannya, Nabi Zulkifli sering menyambut rakyatnya yang bertamu dengan baik.

