



















Setiap orang pasti pernah berada pada titik kehidupan yang penuh dengan kegelisahan dan ketidakpastian. Namun, Islam mengajarkan bahwa seorang mukmin tidak boleh membiarkan dirinya larut dalam kekhawatiran. Lalu, bagaimana seharusnya kita menyikapi kondisi sulit yang kita hadapi? Marilah kita renungkan bersama melalui khutbah Jumat kali ini. Setiap orang pasti pernah berada pada titik kehidupan yang […]


Islam mengajarkan umatnya untuk hidup mandiri melalui ikhtiar, kerja keras, dan tawakal kepada Allah. Khutbah Jumat ini mengulas pentingnya mencari rezeki yang halal dengan meneladani para nabi.


Khutbah Jumat tentang pentingnya selektif memilih idola dan guru berdasarkan ilmu, akhlak, dan istiqamah di era media sosial.


Iduladha bukan sekadar tentang menyembelih hewan kurban, tetapi juga tentang menyembelih ego, gengsi, dan keinginan dipuji manusia. Melalui refleksi Surah Al-Kautsar, khutbah ini mengajak umat Islam memahami makna kurban yang benar-benar lillahi ta’ala.


Di tengah himpitan ekonomi dan berbagai realitas sosial yang terasa semakin berat, umat Islam tidak boleh kehilangan keberanian untuk menyuarakan kebenaran. Khutbah Jumat ini mengajak kaum muslimin agar tetap teguh menolak kezaliman, serta menjaga iman meskipun berada dalam kondisi yang sulit.


Bagi sebagian umat Islam yang belum mampu untuk menunaikan rukun Islam tersebut jangan sampai berkecil hati. Terdapat amalan yang pahalanya setara dengan haji.


Selain bermanfaat untuk diri sendiri, muhasabah juga mampu menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah.


Kesabaran membuat kita memahami bahwa perubahan nyata dan perbaikan diri membutuhkan waktu.


Selain sebagai bentuk ketaatan dan beribadah kepada Allah, Iduladha mengingatkan kita untuk tidak melupakan orang-orang di sekitar.


Istitha’ah haji adalah kemampuan bekal finansial dan juga aspek kesehatan atau kesiapan fisik seorang muslim yang hendak melaksankan haji.
![Tafsir Surah Ali Imran [3]: 7 mengenai Makna Istitha’ah dalam Ibadah Haji](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2024/06/14213814_5452136_1-825x510.jpg)
![Tafsir Surah Ali Imran [3]: 7 mengenai Makna Istitha’ah dalam Ibadah Haji](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2024/06/14213814_5452136_1-825x510.jpg)
Jika dengan beribadah dapat mengantarkan seseorang kepada Tuhan dan menjadikan jiwanya tenteram, maka tentunya penerapian gejala dan gangguan kesehatan mental sedikit tidaknya bisa disembuhkan dengan praktik dan ritual agama.


Nabi melaksanakan kurban setiap tahun, sementara ibadah haji hanya dilaksanakan Nabi sekali seumur hidupnya, menunjukkan bahwa kurban yang bersifat sosial diprioritaskan dibanding ibadah haji yang individual.


Kisah Ibrahim as. dan putranya di dibalik Idul Adha mengajarkan kita bahwa komunikasi yang baik antara orang tua dan anak perlu dibangun. Ibrahim as. tidak serta merta menyembelih putranya atas perintah Allah, namun ia tetap meminta pendapat Ismail tentang perintah yang ia dapat melalui mimpi


Dalam film Princess Monnonoke, terdapat tema utama yang menggambarkan konflik antara manusia dan alam, mencerminkan gagasan Freud tentang ketegangan antara nafsu hidup (eros) dan nafsu mati (thanatos).


Jangan mudah tertipu dengan guru-guru yang mengaku dapat melakukan hal-hal yang di luar nalar, seperti bisa terbang atau perilaku absurd lainnya tetapi ibadahnya kacau.

